Menara BTS Jakarta diganti kabel serat optik

 

Pemprov DKI berniat untuk mempercepat pemasangan jaringan kabel serat optik untuk mengurangi jumlah menara Base Transceiver Station (BTS) di Jakarta yang mencapai lebih dari 3.400 menara yang seringkali disebut sebagai “hutan menara” karena jumlahnya terlalu banyak. 

Kalau dengan serat optik masih terjadi blank spot, maka baru dibangun antena. Jadi nantinya akan lebih sederhana, tidak perlu bangun banyak antena seperti sekarang.

Dinas Tata Kota DKI bekerjasama dengan Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) telah merampungkan Cell Coverage Planning (CCP) yang akan menentukan titik-titik yang bisa didirikan menara BTS untuk optimalisasi sekaligus minimalisasi jumlah menara.

Seperti dikutip dari Media Indonesia, Dalam CCP telah ditentukan 800 titik yang akan diperbolehkan untuk dibangun menara seluler sehingga hitungan kasar menyebutkan bahwa Pemprov DKI harus merobohkan 2.600 menara lainnya. 

Jaringan kabel serat optik akan lebih efisien namun dalam prakteknya, jika dibutuhkan adanya menara masih akan tetap diizinkan selama sesuai dengan CCP. 

Untuk sementara, pembangunan menara akan diberikan ijin sementara hingga CCP tersebut ditetapkan melalui Pergub dan jaringan kabel serat optik itu belum dapat difungsikan. 

Pemberian perijinan atau perpanjangan perijinan sementara akan diberikan sambil menunggu fiber optic network. Saat ini, Dinas P2B sedang melakukan penertiban terhadap menara yang tidak berizin maupun ijinnya telah habis meskipun CCP belum diterapkan.



%d blogger menyukai ini: