Kita adalah bangsa pelahap barang-barang gratis

Indonesia adalah bangsa pelahap barang-barang gratis. Layanan subdomain gratis co.cc bisa jadi potretnya, dari Indonesia penggunanya menduduki urutan pertama dunia mencapai 55.109 pengguna (data Rabu, 12/11). Bagi pengembang software berbayar, inilah tantangan yang harus segera disiasati: kasih gratis dulu

Salah satu siasat bisnis yang sedang tren adalah memberikan versi gratis untuk pengguna. Pengguna baru diminta membayar jika membutuhkan fitur canggih atau fitur tambahan. Fair kan

Inilah bisnis masa depan yang pasti akan mendapat dukungan penuh dari bangsa-bangsa pencinta gratisan termasuk Indonesia. Sebuah software antivirus, avast! (www.avast.com) yang dikeluarkan ALWIL Software menggunakan strategi ini untuk bersaing. Software antivirus lainnya, AVG, juga memberikan versi gratis di http://free.avg.com

Juli 2008, dari markas avast! di Prague, Ceska, mereka mengumumkan sudah memiliki 60 juta pengguna terdaftar. Oktober 2008, dari web Dowload.com saja terunduh 32 juta kali. Sebuah angka fantastis!

Seperti dicopy dari tekno.kompas.com, Pendiri ALWIL Software, Eduard Kucera, dalam web-nya mengatakan, ”Kami bangga telah melayani 60 juta pengguna. Sekarang avast! telah bergerak dari solusi antivirus sederhana menjadi solusi total anti-malware, anti-spyware, antivirus, dan anti-rootkit,” katanya.

Registrasi avast! dimulai Januari 2002 dan sudah mencapai 50 juta pengguna sejak Maret 2008. Avast! cepat populer karena memberi layanan gratis selamanya, hanya membutuhkan registrasi tiap tahun untuk bisa mendapatkannya.

AVG gratis

AVG juga memberi layanan gratis untuk proteksi dasar antivirus. Menarik untuk dicatat, ternyata cikal bakal AVG Technologies yang menaungi AVG berasal dari Ceska!

Menurut AVG Technologies, pemasaran AVG versi gratis telah mencapai 80 juta pengguna di seluruh dunia! Klaim ini mengungguli avast! karena memang AVG lebih tua usianya.

April 2008, AVG mengeluarkan AVG Anti-Virus Free Edition 8.0 yang antarmukanya lebih berwarna dan sudah mengombinasikan antivirus, anti-spyware, dan proteksi aman LinkScanner Search-Shield. Sepertinya ini menjawab tantangan dari avast! yang lebih dulu memberikan fitur lengkap di paket gratisnya. Itu artinya, persaingan antivirus bukanlah main-main lagi.

Fasilitas beda

Antara versi gratis dan versi berbayar memang ada perbedaannya. Namun, bagi kepentingan dasar proteksi internet rumahan, versi gratis sudah cukup memuaskan.

Proteksi AVG Anti-Virus Free Edition 8.0 hanya menyediakan proteksi dasar memerangi virus, spyware, dan safe searching, sedangkan lubang keamanan yang mungkin terjadi saat berinternet sehari-hari tak bisa diproteksi dengan layanan gratis ini.

Padahal, untuk aktivitas harian berselancar di internet, para crakcer dengan teknologi terbarunya terus mengincar pengguna internet terutama untuk mencuri data-data sensitif. Jika kita pengin lebih terproteksi, kita harus membayarnya.

Mengerem pembajakan

Di bidang software antivirus, sudah jadi cerita lama perangkat lunak ini jadi produk laris untuk dibajak. Akan tetapi, akhir-akhir ini banyak keluhan dari pengguna. ”Sekarang Kaspersky saya sudah enggak jalan lagi di komputer, program crack udah terdeteksi kalau ilegal, hihi,” begitu ”curhat” seorang pengguna produk antivirus itu.

Dengan lokasi sekitar kampus sebagai salah satu tempat strategis memasarkan software bajakan, maka sulit untuk tidak mencurigai kalau kelas menengah Indonesia jadi pengguna setianya. Hadirnya dua layanan antivirus gratis ini setidaknya bisa mengerem laju pembajakan.

Bisnis kecemasan

Seiring dengan meningkatnya aktivitas internet, persoalan komputer sekarang tidak cuman sekadar virus. Ada spyware, malware, adware, parasiteware, browser hijacker, keylogger, dialer, dan masih banyak lagi.

Spyware bukan virus, tetapi perangkat lunak mencurigakan (malicious software/malware) yang bisa meng-install dirinya ke dalam komputer. Tujuannya, mencuri data pemilik komputer, misalnya alamat e-mail dan statistik kebiasaan berselancar.

Terus, apa kepentingannya setelah tahu data kita? Data itu biasanya akan dijual ke pihak ketiga yang kemudian akan digunakan memasarkan produk, misalnya lewat e-mail. Konon, harga data e-mail itu bisa ribuan dollar AS. Tentu saja data e-mail itu berisi ribuan alamat e-mail.

Selain spam yang menjengkelkan, spyware juga bisa meningkatkan lalu lintas data atau bisa memboroskan bandwidth sehingga pemakaian internet membengkak biayanya.

Ada lagi malware atau malicious software, yang berarti perangkat lunak mencurigakan yang diciptakan untuk mencari kelemahan software. Trojan, worm atau virus dapat diklasifikasikan sebagai malware.

Software nakal, misalnya software iklan, dapat menjadi malware karena berusaha meng-install dirinya kembali setelah kita hapus dari komputer. Malware yang cukup mengganggu adalah jenis dialer, software ini bisa membuat internet kita terkoneksi tanpa kita perintahkan.

Jenis lain yang membahayakan data kartu kredit kita adalah keylogger. Keylogger bisa berupa perangkat baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Tujuannya, untuk memata-matai penekanan tombol keyboard.

Menurut www.spywareterminator.com, keylogger bisa menyimpan informasi aktivitas tangan kita dalam menekan keybord. Karena itu, hati-hati memasukkan data kartu kredit di warnet atau di komputer umum yang tidak kita kenali dengan baik. Dengan keylogger ini, password kita bisa dicuri orang lho.

Keylogger berbentuk hardware bisa dipasang di bagian tertentu dari keyboard dengan tujuan untuk merekam data yang dikirimkan keyboard ke mesin komputer. Untuk keylogger berbentuk software, lebih berbahaya lagi karena dia beroperasi secara sembunyi (background process).

Ada lagi trojan atau si kuda troya. Kelihatannya tidak berbahaya, tetapi di dalamnya ada ”sepasukan” perusak komputer. Trojan bertujuan merusak sistem jaringan komputer dan beroperasi secara sembunyi.

Masih banyak lagi istilah mengerikan lainnya. Semua ancaman itu kini jadi proyek prestisius tiap perusahaan keamanan komputer. Cemas karena takut kecurian data? Tak ada cara lain, kecuali lindungi komputer dengan program terbaik pilihan Anda. Coba yang gratis dulu, jangan lagi membajak!

Amir Sodikin



%d blogger menyukai ini: